MEMPERTIMBANGKAN DEMITOLOGISASI BULTMANN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEKRISTENAN ERA GLOBAL DIGITAL

Tonny Andrian Stefanus

Abstract


General Theory: Liberal theology was a prominent characteristic of Bultmann's day. Research Objectives: Who is Rudolf Karl Bultmann? How did Bultmann and his thinking demotologi? What are Bultmann's works? How Demithologization and Its Impact on 21st Century Global Era Christianity? Method: Qualitative-conceptual or thought-provoking articles (not research articles) are an analysis of the thoughts on the problem phenomena that arise. Research Results: (1) Bultman is a New Testament figure who is identical with his form criticism. (2) The demotology says that the entire New Testament is a myth. (3) Biblical evangelicals believe in the inerrancy of the Bible and all supernatural events recorded in the Bible, both the Old Testament, as well as the events of the preaching of the Word carried out by the Lord Jesus Christ and the Apostles, accompanied by a statement of power, is a truth that also makes sense Christian faith, cannot accept things that do not make sense. (4) Bultmann's demotologization should not be taken as a theology, but as a discourse of searching for truth that has no clear origins, a thought that does not know God, namely vain thoughts, dark understanding, living far from communion with God, because ignorance and ignorance that resides in them, which in the end will meet destruction.

 

Abstrak

Teori Umum: Teologi liberal merupakan suatu karakteristik yang menonjol pada zaman Bultmann. Tujuan Penelitian: Siapakah Rudolf Karl Bultmann? Bagaimanakah Bultmann dan pemikirannya demotologisasinya? Apakah karya-karya Bultmann? Bagaimanakah Demitologisasi dan Pengaruhnya terhadap Kekristenan Era Globa Abad 21? Metode: Kualitatif-konseptual atau artikel hasil pemikiran (bukan artikel hasil penelitian) merupakan analisa pemikiran terhadap fenomena-fenomena masalah yang muncul. Hasil Penelitian: (1) Bultman merupakan seorang tokoh Perjanjian Baru yang identik dengan kritik bentuknya. (2) Demotologisasinya mengatakan bahwa seluruh isi dari Perjanjian Baru adalah mitos belaka. (3) Bagi kaum Injili alkitabiah percaya atas ketidakbersalahan alkitab serta semua peristiwa adi-kodrati yang tercatat dalam Alkitab baik Perjanjian Lama, mapun peristiwa pemberitaan Firman yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus dan Para Rasul yang disertai pernyataan kuasa  merupakam suatu kebenaran yang juga masuk akal secara iman kristiani, tidaklah dapat menerima hal-hal yang tidak masuk akal. (4) Demotologisasi Bultmann seharusnya bukan ditanggapi sebagai suatu teologi, tetapi merupakan suatu wacana pencarian kebenaran yang tidak jelas asal muasalnya, suatu pemikiran yang tidak mengenal Tuhan, yaitu pikiran yang sia-sia, pengertiannya yang gelap, hidup jauh dari pesekutuan dengan Tuhan, karena kebodohan dan kedegilan yang ada dalam diri mereka, yang pada akhirnya akan menemui kebinasaan.


Keywords


Bultmann, Demitologisasi, Inerensi Alkitab, Kaum Injili, Bultmann, Demitologization, Bible inerrancy, Evangelicals

Full Text:

PDF PDF

References


Brown, Colin. Filsafat dan Iman Kristen. Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1996.

Brown, Raymond E., dkk. (peny.). New Jerome Biblical Commentary. Prentice Hall, 1990.

Bultmann, Rudolf Karl. Myth & Christianity: An Inquiry Into The Possibility of Religion Without Myth. Prometheus Books, 2005.

Colin, Brown. Filsafat dan Iman Kristen. Jakarta: Lembaga Reformed Injili Indonesia, 1996.

Conn, Harvie M. Teologi Kontemporer. Malang: SAAT, 1996.

D.F., Wellem. Riwayat Hidup Singkat tokoh-tokoh dalam sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1998.

GP, Harianto.“Posmodernisme dan Konsep Kekristenan”, Jurnal Pelita Zaman, Vol. 15, No. 1 (2000), 49.

Hadiwijono, Harun. Theologi Reformatoris Abad ke 20. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999.

Hodern. Rudolf Bultman, New Testament and Mythology. London: Tyndale Press, 1953.

http://hdl.handle.net/11617/928.

Lightner, Robert. Neo-Liberalism. Nutley, N.J.: Craig, 1959.

Maryono, Petrus. “Teologi Injili dan Cakupannya”, file:///C:/Users/asus/Downloads/TEOLOGI%20INJILI%20DAN%20CAKUPANNYA.pdf, 13.

Mohr, J.C.B., dkk. Rudolf Bultmann: Faith and Understanding. Philadelphia: Fortress Press, 1987.

Moro, Yoshio. “Transcendence and Imanence in Contemporary Theology: A ReportArticle”, Northheast Asia Journal of Theology (Sept 1996), 64.

Morris, Ashcraft. Maker of the Modern Theological Mind, Rudolf Bultman. Texas: Word Book Publisher, 1972.

Quebedeaux, Richard. The Young Evangelicals: Revolution in Orthodoxy. New York: Harper & Row, 1965.

Ramm. The Evangelical Heritage: A Study in Historical Theology. Grand Rapids: Baker Book House, 1973.

Ridderbos. Kerygma and Myth. London: Tyndale Press, 1953.

Sinaga, Boy Rio. “Makalah Biografi Rudolph Bultmann dan Pengajarannya”, http://mysitenewknowledge.blogspot.com/2015/05/rudolf-bultmann-dan-pengajarannya.html.

Tony, Lane. Runtut Pijar. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996.

Wiyono, Slamet.“Rudolt Karl Bultmann”, https://gri.or.id/news/view/332/rudolf-karl-bultmann.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Pentacostal Menorah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Our Journal has been Indexed by:

                                                                                                                                                                                                                                         

Social Media:

       

                                                                                                                                                                                                                                         

Creative Commons License

Jurnal ini telah dilisensi di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Translator